ISOI Terus Berkembang dan Berkarya

Prof. Dr. Ir. Indroyono Soesilo, M.Sc.
(Dubes RI untuk USA dan Ketua Umum ISOI 2008-2011)

Melalui video screening pada sesi Opening Remarks PIT ISOI ke-21, Ketua Umum ISOI periode 2008-2014 Prof. Dr. Indroyono Soesilo, M.Sc. yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat menyampaikan beberapa point penting terkait perkembangan organisasi sarjana oseanologi Indonesia.

Mengawali sambutannya Prof. Dr. Indroyono Soesilo mengingatkan lagi tentang posisi penting Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Wilayah Indonesia berada di antara dua benua Asia dan Australia dan dua samudera: Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.

Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) yang didirikan pada tahun 1971 memiliki para ahli yang terus mengembangkan kajian tentang oseanologi, hubungan arus dan gelombang Indonesia, tentang kajian arus lintas Indonesia, pengembangan energi baru dan terbarukan untuk energi gelombang, energi arus maupun energi pasang surut. “Semua itu adalah wahana bagi ahli kelautan kita para anggota ISOI untuk mengabdikan pengalamannya bagi nusa dan bangsa”.

Melalui kegiatan pemanfaatan ilmu dan teknologi kelautan, ISOI mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan mitra-mitra internasional dari berbagai negara sejak lebih dari 30 tahun yang lalu. “Saya sangat berharap ISOI bisa terus berkembang, terus berkarya, dan menampilkan ciri khas laut Indonesia untuk bisa memecahkan berbagai masalah dunia saat ini”.

Apakah itu menyangkut aspek perubahan iklim, variablilitas iklim, sumber daya perikanan, sumber daya kelautan yang ada di Indonesia. “Semua itu ditujukan untuk kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia”.  

Oleh karenanya, saya memberikan penghargaan baru yang diperkenalkan pada tahun 2025 dan dinamai “Indroyono Soesilo Award” sebagai bentuk apresiasi terhadap para ilmuwan dan akademisi Indonesia yang berprestasi luar biasa di bidang ilmu kelautan.

Penghargaan ini ditujukan bagi individu yang memiliki capaian ilmiah luar biasa dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kandidat penerima harus berusia di bawah 50 tahun, memiliki indeks publikasi tinggi di Scopus dan Google Scholar, diakui secara internasional, serta menunjukkan pengabdian terhadap masyarakat.

Penyerahan “Indroyono Soesilo Award” 2025 kepada Prof. Dr. Muhammad Reza Cordova, M.Si., dan  Prof. Dr. Sc. Anindya Wirasatriya, S.T., M.Si., M.Sc.pada acara PIT ISOI XXI oleh Ketua Umum ISOI 2024-2027 Dr. Nani Hendiarti

Proses seleksi dilakukan oleh dewan juri independen yang terdiri dari para ahli profesional di bawah ISOI, dengan kriteria penilaian mencakup integritas, konsistensi dalam berkarya, prestasi signifikan, pengaruh terhadap masyarakat, serta relevansi karya bagi kemanfaatan publik.

Pada tahun perdana ini, penghargaan dianugerahkan kepada dua ilmuwan Indonesia terpilih, yaitu: Prof. Dr. Muhammad Reza Cordova, M.Si., Profesor Riset termuda di BRIN, dikenal atas dedikasinya dalam penelitian lingkungan laut, memiliki lebih dari 90 publikasi dan 5 paten, serta kiprahnya yang kuat dalam pengabdian masyarakat., dan Prof. Dr. Sc. Anindya Wirasatriya, S.T., M.Si., M.Sc., Guru Besar pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, diakui atas kontribusinya dalam bidang oseanografi dan pengembangan kebijakan kelautan nasional.

Lebih dari sekadar penghargaan ilmiah, award ini merepresentasikan nilai-nilai keindonesiaan, pengabdian, kemanfaatan, kebersamaan, dan motivasi — sebagai inspirasi bagi generasi muda ilmuwan kelautan Indonesia untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi bangsa.(Red:Amri)