Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-XXI di Semarang, Jawa Tengah. Acara yang digelar selama 2 hari pada 8–9 Oktober 2025 di Gedung Muladi Dome, Kampus Universitas Diponegoro (UNDIP) Tembalang tersebut, sukses dihadiri oleh 600 peserta dari dalam dan luar negeri serta menghasilkan beberapa terobosan penting di bidang kelautan dan perikanan.
Mengusung tema ”Peran Strategis ISOI dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dari Laut dan Pesisir”, PIT kali ini diselenggarakan bekerjasama dengan UNDIP dan The 13th International Fisheries Symposium. Pilihan tema bahasan dalam pertemuan ilmiah terkait dukungan terhadap ketahanan pangan, dinilai sangat strategis dan relevan dalam menjawab tantangan kebutuhan pembangunan kelautan Indonesia saat ini.
Acara PIT XXI tahun ini sekaligus menjadi ajang pertemuan ilmuwan dan peneliti oseanologi dari berbagai institusi dan stakeholder lainnya. Menariknya, kegiatan ini dihadiri dan didukung oleh tiga Menteri Republik Indonesia yang juga sebagai Dewan Penasehat ISOI, yaitu hadir secara langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M., IPU bertindak sebagai Keynote Speaker. Dilanjutkan Opening Remarks melalui video screening oleh Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Wakil Menteri Luar Negeri Dr. Arif Havas Oegroseno serta Prof. Dr. Indroyono Soesilo Duta Besar RI untuk USA yang juga pernah menjabat Ketua Umum ISOI periode 2008-2011.

Acara dibuka dengan Welcome Speech oleh Ketua Umum ISOI 2024-2027 Dr. Ir. Nani Hendiarti, M.Sc. dan Sambutan Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, SE. selaku tuan rumah. Sesi Plenary Speaker & High Level Talkshow dipandu Moderator Mrs. Prita Laura. Talksow menghadirkan beberapa narasumber penting di bidang kelautan yang membahas isu-isu penting terkini di bidang kelautan. Pertemuan ilmiah tahunan ini selain diisi acara seminar; juga menghadirkan sesi poster; pameran; dan kunjungan ke beberapa lokasi dalam rangka penanaman pohon mangroves dan aksi bersih pantai.

Pertemuan dirancang sebagai symposium internasional yang menjadi ajang diseminasi hasil-hasil penelitian dari Indonesia maupun luar negeri yang relevan dengan isu lingkungan, kelautan, perikanan Indonesia, dan industri maritim untuk menjawab tantangan kebutuhan yang berkembang terkait perubahan iklim yang mengancam ekosistem pesisir, penangkapan ikan yang tidak bertanggung jawab, alih fungsi kawasan pesisir, hingga tekanan pada stok ikan tertentu.
ISOI sebagai wadah para ahli dan pemikir kelautan menjadi kunci dalam mencarikan solusi yang terbaik. Ibaratnya, IPTEK kelautan menjadi “kompas” yang akan menuntun dalam mengurai dan menyelesaikan tantangan tersebut. Saatnya, bagi kita untuk memandang laut sebagai sebuah sistem ekologi dan ekonomi yang terintegrasi, yang kesehatan dan produktivitasnya harus dijaga bersama. Konsep ekonomi biru harus menjadi fondasi dalam setiap kebijakan dan inovasi untuk mengelola laut.

(Foto: Panitia PIT XXI ISOI)
Pertemuan Ilmiah Tahunan XXI ISOI kali ini dinilai berhasil melahirkan gagasan-gagasan segar, solusi inovatif, dan rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan bersama untuk menjawab tantangan kebutuhan pembangunan kelautan Indonesia saat ini. Ucapan selamat dan sukses disampaikan dari berbagai pihak kepada organisasi profesi ikatan sarjana yang mendalami keilmuan tentang kelautan tertua di Indonesia.(Red:Amri)