Ketua Umum ISOI:
“Laut Nusantara adalah Jaminan Masa Depan Bangsa”
Ketua Umum ISOI Dr. Ir. Nani Hendiarti, M.Sc. dalam paparan pembukaan PIT XXI ISOI di Semarang, menyebutkan bahwa Laut Nusantara adalah jaminan masa depan bangsa. Dengan wilayah laut yang mencakup dua per tiga dari total wilayah Indonesia, potensi pangan yang terkandung di dalamnya sungguh luar biasa. “Ini bukan lagi sekadar tentang ikan tangkapan, tetapi sudah merambah pada budidaya perikanan, bioteknologi kelautan, rumput laut, garam, dan berbagai sumber pangan innovatif lainnya”.

(Foto: Panitia PIT XXI ISOI)
Namun, menurutnya, potensi yang besar ini harus diimbangi dengan pengelolaan yang bijak, ilmiah, dan berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi sangat besar terutama terkait perubahan iklim yang mengancam ekosistem pesisir, penangkapan ikan yang tidak bertanggung jawab, alih fungsi kawasan pesisir, hingga tekanan pada stok ikan tertentu.
ISOI yang sebagai wadah para ahli dan pemikir kelautan menjadi kunci untuk mencarikan solusi yang terbaik. Ibaratnya, IPTEK kelautan menjadi “kompas” yang akan menuntun dalam mengurai dan menyelesaikan tantangan tersebut. Saatnya, untuk memandang laut sebagai sebuah sistem ekologi dan ekonomi yang terintegrasi, yang kesehatan dan produktivitasnya harus dijaga bersama. Konsep ekonomi biru (blue economy) harus menjadi fondasi dalam setiap kebijakan dan inovasi untuk mengelola laut.
Menurut Dr. Nani Hendiarti yang juga Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkuan dan Keamanan Pangan pada Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) RI, forum ilmiah PIT XXI adalah momentum untuk berbagi pengetahuan, bertukar pikiran, dan merajut kolaborasi.
Terkait tantangan tersebut, maka forum ilmiah PIT XXI ini, pembahasannya difokuskan pada 4 aspek penting, yaitu:
- Translasi Ilmu Pengetahuan ke Kebijakan Kongkrit. Hasil-hasil riset harus dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang aplikatif, untuk memperkuat ketahanan pangan;
- Inovasi Teknologi untuk Nilai Tambah. Kita perlu inovasi dalam teknologi budidaya, pengolahan, dan preservasi hasil laut untuk meningkatkan nilai ekonomi produk-produk kelautan kita;
- Pendekatan Holistik dan Berkelanjutan. Rekomendasi harus mempertimbangkan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi, sehingga pemanfaatan sumber daya laut dapat dinikmati oleh generasi sekarang dan masa datang, dan;
- Kolaborasi yang Kuat. Sinergi antara pemerintah, akademisi (ISOI), industri, dan masyarakat adalah sebuah keniscayaan.
Menutup sambutanya, Ketua Umum ISOI periode 2024-2024 berharap, “Dari ruang pertemuan ini akan lahir gagasan-gagasan segar, solusi inovatif, dan rekomendasi strategis yang dapat kita implementasikan bersama”.