Inovasi Teknologi untuk Mewujudkan Laut Lestari, Memperkokoh Resiliensi Iklim dan Keberlanjutan Pangan Biru

Pertemuan Ilmiah Nasional Tahunan (PIT) Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) yang ke XXII, dilaksanakan selama 2 (dua) hari di Widya Sabha, Kampus Universitas Udayana Jimbaran, Bali 15-16 Oktober 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh ISOI bekerjasama dengan Universitas Udayana. Tema yang diusung adalah “Inovasi Teknologi untuk Mewujudkan Laut Lestari, Memperkokoh Resiliensi Iklim dan Keberlanjutan Pangan Biru” yang dinilai sangat strategis dan relevan dalam menjawab keberlanjutan pangan dan tantangan kebutuhan pembangunan kelautan Indonesia saat ini.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi sumber daya kelautan yang sangat besar, mencakup sektor perikanan, energi kelautan, transportasi laut, biodiversitas, hingga berbagai jasa lingkungan lainnya. Potensi tersebut merupakan modal strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat pesisir serta ketahanan pangan nasional. Tema PIT ISOI ini sejalan dengan Program Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang sedang giat-giatnya mewujukan program ketahanan energi dan pangan nasional termasuk yang berasal dari laut. Untuk itu, gelaran PIT XXII diarahkan untuk dapat menjawab berbagai tantangan dalam dinamika pengelolaan sumber daya kelautan Indonesia yang kompleks dan beragam.
PIT ISOI merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan secara bergantian antara Komda (Komisariat Daerah) di seluruh Indonesia. Pada PIT ke XXII ini Panitia menerima lebih dari 150 abstrak dan poster dan dihadiri lebih dari 300 orang peserta. Acara PIT ISOI kali ini mendapatkan kehormatan dengan hadirnya tujuh orang profesor terkemuka dari Tiongkok, dan IOC Unesco. Pesan video datang dari Utusan Khusus PBB untuk Kelautan Mr. Peter Thomson serta Dubes RI di Amerika Serikat yang sekaligus juga merupakan salah satu Ketua Umum ISOI 2 periode (2008-2014) Prof. Dr. Indroyono Soesilo.

Acara dibuka dengan Welcome Speech dan oleh Ketua Umum ISOI periode 2025-2027 Dr. Ir. Nani Hendiarti, M.Sc., dan Sambutan Rektor UNUD Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D. Bertindak sebagai Keynote Speech Menteri Kelautan dan Perikanan Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M. Seusai penyampaian materi Keynote Speech, Menteri Kelautan dan Perikanan yang hadir bersama Wamen KP Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc. menerima penyerahan dua dokumen penting berupa Policy Brief dan Policy Note tentang karbon biru yang disusun oleh para pakar ISOI dan diserahkan oleh Dr. Safri Burhanudin (Ketua Umum ISOI Periode 2017-2021) didampingi Ketua Panitia PIT ISOI XXII Dr. M. Saleh Nugrahadi.
Sesi Plenary Speaker diisi dengan paparan tentang Riset dan Inovasi Kelautan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Arif Satria, Kepala BRIN melalui video tapping dan paparan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie, A.B., Ph.D dengan tajuk Peran Perguruan Tinggi dalam Memajukan Kelautan Indonesia. Menjelang siang, digelar sesi High Level Panel: Making Science Understandable and applicable dengan 4 pembicara, yaitu: 1). Wakil Kepala 1 BOPPJ Darwin Trisna Djajawinata, S.T., M.Sc.; 2). Prof. Dr. Fei Chai dari Xiamen University; 3). Prof. Dr. Mutiara R. Putri dari ITB; dan 4). Mr. Julian Barbiere, Global Coordinator of UN Decade of Ocean Science IOC Unesco (video tapping). Kemudian dilanjutkan sesi paralel disisi para pemakalah di antaranya Prof. Zhiyu Liu Dekan Fakultas Ocean and Earth Science, Xiemen University, China.
Pertemuan ilmiah tahunan ini diisi acara seminar; sesi poster; pameran; dan aksi bersih pantai serta FGD Tematik. Aksi bersih pantai digelar di lokasi Mangrove G-20 yang diikuti segenap peserta PIT ISOI XXII dan masyarakat umum serta pegiat sosial. FGD tematik digelar atas kerjasama ISOI dengan Kemenko Pangan, NPAP, PISCES dan GIZ mengangkat tema “Science-Based Pollicy: Penguatan Penanganan Sampah dan Polusi Plastik untuk Mewujudkan Laut Lestari” digelar di Kura-Kura Bali, UID Bali Campus.
Ketua Umum ISOI dalam paparan pembukaan menyebutkan bahwa sebagai organisasi profesi kelautan pertama di Indonesia (berdiri 01 Juli 1973), Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) memegang peran strategis sebagai motor penggerak iptek maritim, jembatan kebijakan, dan kolaborator lintas sektor. Organisasi ini merupakan wadah para ahli oseanografi, peneliti, dan akademisi serta praktisi bidang kelautan dan maritim Indonesia. Yang sangat menggembirkan, menurut Ketua Umum ISOI periode 2024-2027 saat ini animo anggota dan mitra ISOI terus tumbuh dengan pesat.
Gala Dinner
Seperti halnya penyelenggaraan PIT ISOI sebelumnya, pada malam harinya digelar Gala Diner di Rumah Jabatan Gubernur dihadiri tamu undangan PIT ISOI. Berkenan menyampaikan Selamat Datang Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., dan Sambutan Kunci disampaikan oleh Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., Menteri Koordinator Pangan. Dalam sambutan selamat datangnya, Gubernur Bali menekankan bahwa Pemerintah Daerah menggerakkan masyarakat dan pelaku usaha di Bali untuk mengutamakan pemanfaatan bahan pangan lokal. Disamping itu, sebagai daerah tujuan wisata, juga diperkuat upaya menjaga kebersihan lingkungan, terutama dari cemaran sampah plastik.
Menko Pangan Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., menekankan pentingnya kesehatan laut karena berkaitan erat dengan masa depan pangan Indonesia. “Laut yang sehat adalah lumbung pangan masa depan Indonesia, dan ilmu pengetahuan adalah kompas agar kita mengelolanya dengan bijak, adil, dan berkelanjutan.” Setelah mencapai target swasembada beras, pemerintah menempatkan pemenuhan kebutuhan protein, terutama dari sumber daya laut seperti ikan, udang, dan rumput laut—sebagai salah satu fokus penguatan ketahanan pangan nasional. Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar di dunia. “Potensi ini perlu dikembangkan melalui hilirisasi, antara lain untuk pupuk organik, pangan sehat atau superfood, bioetanol, dan biodiesel”, kata Menko Pangan. Menko Pangan menekankan bahwa penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) yang terintegrasi, termasuk bersama ISOI, diperlukan agar potensi tersebut dapat memberi nilai tambah.
Lebih lanjut Menko Pangan menyebutkan bahwa Indonesia juga memiliki potensi karbon biru yang besar, dengan 3,46 juta hektare mangrove dan 660 ribu hektare padang lamun. Pelestarian mangrove, lamun, dan terumbu karang penting untuk menjaga ekosistem laut sekaligus mendukung ketersediaan pangan bagi generasi mendatang.“Menjaga mangrove, lamun, dan terumbu karang pada hakikatnya adalah menjaga dapur bangsa. Masa depan pangan Indonesia tidak hanya ditanam di sawah dan ladang, tetapi juga dibudidayakan, dipanen, dan dijaga di laut kita.”
Terkait dengan ekonomi biru, Menko Pangan menegaskan bahwa pengembangan ekonomi biru perlu tercermin pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, termasuk nelayan. Pemerintah membangun Kampung Nelayan Merah Putih dengan target 1.269 kampung pada 2026, menuju 5.000 kampung pada 2029. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi simpul ekonomi masyarakat dari hulu hingga hilir. Sebagai kata penutup, Menko Pangan menekankan pentingnya peran ilmu pengetahuan dan inovasi kelautan untuk mendukung peningkatan mutu hasil perikanan, penciptaan nilai tambah, dan penguatan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kesehatan ekosistem laut.
Indroyono Soesilo Award
Dalam kesempatan Gala Dinner ini, Menko Pangan juga menyampaikan selamat kepada para penerima penghargaan Peneliti dan Akademisi Kelautan Terbaik “Indroyono Soesilo Award”. Dalam gelaran PIT XXII ISOI, penghargaan diberikan kepada Dr. I Gede Hendrawan dari Universitas Udayana, ahli pemodelan laut, dan Dr.rer.nat Rima Rachmayani dari ITB, ahli geologi laut dan paleo-oseanografi. Ia berharap hasil penelitian semakin mudah dipahami dan diterapkan, serta membuka peluang investasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Penyelenggaraan PIT ISOI XXII dapat terselenggara dengan baik berkat dukungan banyak pihak, yaitu: Kemenko Pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gubernur Bali, Unud sebagai tuan rumah dan ITB. Dari pertemuan ilmiah ini diharapkan dapat melahirkan gagasan-gagasan segar, solusi inovatif, dan rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan bersama. Hasilnya akan disusun menjadi suatu “Rumusan Hasil” sebagai masukan bagi pembangunan kelautan Indonesia.
Jimbaran, 15 Oktober 2026


























